Backsound : Barakallah - Maher Zein
Ditulis di sebuah kota yang memiliki kecukupan derajat tinggi. Ada hal utama yang mendasari saya komitmen untuk menulis dan mengisi kembali blog ini. Salah seorang favorit saya menyadarkan saya tentang memvisualisasikan sebuah dream dan yakin will be come true.
Kalian pernah mendengarkan "Life Proposal", saya yakin masih banyak orang yang baru saja mendengarkannya tapi sesungguhnya pengaplikasiannya telah sudah dan akan dilakukan. Sebagian besar memikirkan bahwa itu adalah hal yang lebay atau berlebihan. Saya harus berkata bahwa tiap orang memiliki hal yang berbeda termasuk pendapat. Jadi, kembalikan kepada diri sendiri.
#1 Ini apa ???
Kres satu pada musikalisasi telah dikenal tapi ini adalah musikalisasi hidup, memulai dengan angka 1 sampai ada angka yang akan mengikuti di belakangnya. Memasuki di 2015 ini saya berupaya untuk memvisualisasikan apa yang menjadi target selama setahun atau bahkan rancangan ke depannya.
"Toh, kamu nggak tahu kapan meninggal? Yakin, mimpi kamu terjadi ?"
Oke kres satu menandakan posisi utama pada proposal hidup saya. Sedikit bocoran proposal saya buat di hari natal 25 Desember 2014.
#1 | Nikah
Sebenarnya memilih posisi Nikah di nomor satu karena faktor umur. Pendeskripsian makna nikah tidak pernah terlintas selama saya sekolah dan kuliah di Bandung. Sedikit pendukung mungkin saat itu saya masih senang sendiri dan berkarir. Namun, terlintas di umur yang ke - 22 untuk hal tersebut, sempat merenung lama dengan hal ini. Renungannya adalah :
- Seriusan nikah ?
- Ah, ada gitu orang yang mau sama saya dengan kondisi itu ?
- Sudahlah, mending ngurusin masyarakat , organisasi daripada nikah!
Ketiga hal di atas adalah hantu pemikiran saya. Tepat dengan umur 22 tahun sontak saya kembali merancang bangunan hidup untuk ke depannya. Jelas tertulis dalam secarik kertas bahwa saya akan menikah umur 24 tahun atau 25 tahun. Kondisi 22 tahun terus saya gunakan untuk main, belajar.
Sampai pada akhirnya di umur dua puluh tiga tahun saya merombak keseluruhan hidup. Apa langsung minta nikah ? Tidak juga ! Saat itu saya memperbaiki diri, ini modal yang kokoh telah saya dapatkan di umur 21 dan 22 tahun kemarin. Semakin hari semakin menunjukkan perpindahan waktu saya sadar bahwa kelak saya akan menikah. Dalam benak saya adalah pantaskan saya untuk seseorang yang mencintai saya karena Allah begitupun saya mencintai dia karena Allah.
Dari awal 2013 saya terus memohon tiada henti untuk dipertemukan sosok yang sesuai pada blog saya sebelumnya di sini . Saat itu saya mengatakan pertemukan saya dengan jodoh sebaik-baiknya jodoh di Akhir 2014. Rasa pesimis semakin merajai hati , ini karena terlalu banyak undangan nikah yang saya terima dan kesemuanya itu adalah teman sejawat saya. Saya kapan ?? , "pikir ku dalam kepala".
Faabiayyialairabbi kuma tukazziban,
Salah satu proposal hidup yang telah saya ajukan untuk meminta jodoh ternyata dikabulkan dan mendapatkan jawaban pasti oleh Sang Khalik. Sosok pria yang membuat ku takjub akan kehadirannya, kiriman anugrah dari Tuhan yang sungguh hanya Allah Maha sempurna, Thus, Dia menggenggam erat tanganku dalam doanya. Perasaan kasih yang tidak sepihak melainkan keduanya saling mengasihi, mencintai dan membutuhkan satu sama lain benar-benar membuat ku tidak berhenti untuk mengucapkan syukur kepada Allah SWT.
"Allah , thank you for you best present for me. His created one best for me. The Leading on our prayer. The Leading to best life and mostly important and gorgeous people, and bring Us to Jannah. How can't stop to say Alhamdulillah to The Almighty"
Bukan karena title job yang dia dapatkan menjadi patokan awal , sekali tidak. Ini juga bukan perjodohan yang dilakukan kedua orang tua, Tidak !. Lagi-lagi Allah has created best scenario for me and him.
Bukan karena harta dan materi yang juga saya lihat patokan kedua, tidak saya pungkiri membutuhkan dana tapi saya bukan tipikal orang yang bertahan hidup dengan nilai uang yang bergemilang. Tidak !
Bukan karena ketampanan yang dia miliki, maka bila saja saya melihat itu semua. Sudah saya pastikan saya bukan untuknya karena wajah saya pas-pas(An). Walau terkadang saya merasa minder dengannya. Tapi sekali lagi Tuhan Maha Kuasa, dia yang pantas Mengatur kehidupan hambanya, mengetuk hatinya.
Tetapi karena,
Sujudnya kepada Allah tiada henti , itu yang membuka hati, membuka pikiran , mematangkan sikap proses pendewasaan dari hari ke hari, bersama menghadap kiblat, bersama menengadah di malam hari, bersama membaca tiap ayat yang tertulis dalam kitab walau sulit akan maknanya, bersama dalam mengingat kebaikan. Banyak hal yang sulit saya deskripsikan secara detail karena dia menjadi sosok yang manfaat untuk saya. Tidak pernah terpikirkan Tuhan mempertemukan ku kembali, tidak pernah terpikirkan ada wacana pernikahan di awal kasih ini, saya yakin maha Sang Pengatur adalah Tuhan. Boleh jadi terdahulu saya merasa pesimis kemudian Allah kembalikan semua apa yang menjadi perasaan pesimis menjadi hal yang nyata, lewat apa ? Lewat doa dan permintaan hambaNya tidak terputus.
Saudara dan saudari ku jangan ragu untuk meminta kepada Allah. Sebaik-baiknya tempat meminta hanya kepadaNya, saya percaya akan ada celah dariNya. Kalau kamu percaya pada diri Nya maka jangan ragu untuk kenikmatan yang tidak terduga. Segala niat baik akan dibalas dengan Gratis bahkan melebihi dari ekspektasi yang kita inginkan. Tidak henti saya mengucapkan Allah karena tanpaNya i'm nothing!
Harapan saya, setelah saya bertemu dengan orang tua dan keluarga besarnya. Mereka menerima dengan lapang, ikhlas dan bahagia kehadiran saya. Saya menjadi pembawa rezeki bagi kehidupan calon imam saya dan keluarganya. Saya menyadari saya tidak memiliki modal apapun tidak ada hal yang membanggakan. Namun saya bukan orang bodoh yang berdiam diri, saya yakin akan jadi orang besar, manfaat kepada orang lain.
Apa yang kamu berikan untuk anak saya ?
Saya yakin tiap orang punya kesempatan untuk bahagia bersama orang yang dia cintai. Sama halnya cinta ku pada anak Anda. Saya yakin bersamanya, saya akan menjamin surga untukku dan untuknya. Tuhan memberikan ku kesempatan, pantaskah saya menolaknya ? Tentu tidak ! Sesungguhnya kehidupan nyata ada setelah kita semua telah tiada. I know life is hardship but i promise to be better person to usefull each other, together and Bring us to Jannah


Tidak ada komentar:
Posting Komentar