Panggil Dia July

Rasa syukur yang tidak akan pernah berhenti. Kesempatan kali kedua di bulan ini, Bulan Juli. 2015, Ramadhan pun bersama ku pada Bulan Juli. Sama halnya tahun lalu, Eril tahun kedua bagi kami untuk bersama , iya akan selalu begitu, selalu bersama ku. Walaupun dengan segala rencana bahwa tahun ini , ramadhan ini bersama.

Bersama di kala ia menanti sahur tanpa harus berpikir makanan "apa yang harus dia makan?"
Bersama saat dia terjaga dalam malam hari dan tersenyum kala pagi melihat Sang Mentari
Bersama dalam lelah dalam kerjanya
Bersama dalam canda dan tawa yang akan dia ceritakan 
Bersama dalam satu meja yang tersajikan makanan favoritnya tanpa khawatir "apakah makanan ini berasa?"

Sabarlah kata Kekasih ku. 
Tahun depan kita akan bersama dalam wahana ramadhan. Akan indah bila bersama mu tanpa rasa khawatir.
Terucap kata Amin melalui bibirku, karena saya akan selalu menantikan waktu itu. Walau kata Tuhan jangan dulu, tahan dulu. Kami yakin itu adalah waktu terbaik baik kami, meski hati kami menangis.

Panggil dia July,
Bulan kelahiran Kekasih ku,
Bulan Ramadhan,
Jagalah diri mu di sana, sebaik ada atau belum adanya diri ku
Jangan sakit Sayang, saya megkhawatirkan mu
Jangan lemah Sayang, saya mendoakan mu
Jangan lupa Sayang, saya mengingatkan mu
Ku titip Engkau kepada Tuhan
Menengadah jemari mendoakan penuh tangis
Semoga Engkau diberi kesuksesan, rejeki dan keberkahan hidup, Kekasihku

Tidak ada komentar: