RINDU

Rindu,
Seolah memejamkan mata
Menatap dengan tatapan hampa, Menyentuh dan merasakan jiwa
Jemari memerah, sesekali mengepal kuat
Merasakan kehadiran tanpa bayangan.

Rindu,
Terlontar indah lewat bibir
Terdesak hentakan gelombang kencang di dada,
Jauh dan begitu jauh
Diam tanpa kata, terucap tapi bisu

Rindu,
Tiba-tiba datang, Tiba-tiba pergi
Tak kenal siapa bathin yang merana olehnya
Tak Tahu menahu menorehkan goresan luka teramat perih

Rindu,
Memejamkan mata sekali lagi
Meletakkan dan menggenggam erat kepalan jemari di dada
Dan Engkau akan sadar,
sadar akan tetesan yang membanjiri kulit indah mu,

Rindu,
Tuhan titipkan
Agar Engkau dan Dia tahu makna jarak,
Jarak yang selalu akan memanggilmu pulang kembali,
Jarak yang mengajarkan mu akan banyak hal,
Termasuk hati dan raga yang selalu menantikan Engkau kembali
Di tempat sama , hati yang sama dan Dialah seorang.

Tidak ada komentar: