"Mang, mun bada BIP nyak", Ucap Ara tertatih yang baru memasuki logat Sunda.
"Monggo atuh neng" jawab lantang supir angkot.
Memilih kursi di dekat pintu masuk angkot. Biasalah yah tingkat khawatir pendatang di sebuah daerah baru cukuplah tinggi tapi ini hanya mempelajari kondisi saja. Dengan style menghadap timur, menaikkan blackberry dan mencolokkannya kemudian memutar musik tidak lupa permen karet yang sudah numpuk di kolong jembatan tas nya. Iya, sekali lagi inilah Ara.
Ada hal yang unik dalam pemilihan angkot ini yang belum saya dapatkan di Makassar. Kalau di Makassar bebas kita memilih angkot yang mana diinginkan tetapi kalau di Bandung yang posisi di depan itulah yang harus dipilih setidaknya ada ketusan "klakson" **PEEP POOP PPEEEP POOP**, mungkin seperti inilah bunyi klakson. Ini saya juga kurang tahu sistem apa? sistem tenggang rasa, empati atau kasihan. Hahaha. Ya sudahlah ku pikir saya cukup kembali fokus dengan koleksi lagu terbaru di hp ku ini.
Wah syukur udah full angkotnya, menengok jam ternyata sudah nunggu 30 menit bro. Yah sudahlah sadar hati mah pendatang baru. Efek yang numpuk banget di dalam angkot , akhirnya kami melaju dengan kencang. Ah nyamannya Bandung ini dinginnya cantik.
I Grieve
2 bulan yang lalu


Tidak ada komentar:
Posting Komentar