Mengitari Indah Dunia


Hooooam, sambil merenggangkan badan dan tangan ini. Tampaknya menguapnya terlalu lebar deh Ara. Haha. Tergesa-gesa mengambil handuk di dalam lemari. Ah baru sadar ini bukan rumah di Makassar tetapi ini adalah rumah persinggahan ku untuk kuliah di Bandung. Sedikit aneh tetapi perlahan saya mempelajarinya. Kosan saya adalah kosan puteri jadi saya tetap santai dan berasa seperti di rumah sendiri. Di kosan saya harus belajar mempersiapkan barang-barang termasuk alat mandi. Lumayan ribet yah. Baru tahu rasa mamah ngurusin anaknya.

**Kinclong
Yuhu, muka sudah berkilau efek krim wajah nih, maklum dewasa ini entah mengapa si "acne" datang melulu, badan semerbak parfum termahal di Italia. Siap jalan. Mari mengitari Dunia dengan suka-suka. Seperti biasa membawa kotak nama dari ibu dan bapak pemilik kosan, menyediakan alat browsing dan selalu membawa peta yang disisipkan oleh papa sebelum berangkat.

Pertama-tama saya melihat kondisi sekitar. Sesekali bertanya kepada akang-akang di jalan. "Eits, kata papa di tempat baru jangan banyak nanya, cukup perhatikan, lihat peta mu juga yah nak", sip kalau lagi bener didengerin tapi kalau lagi malas buka peta nih yah, ya udah lanjut nanya ke orang sekitar deh.

Oke tujuan pertama saya adalah Mall...
Kenapa Harus Mall, yah karena itulah tempat yang mudah mencari makanan, hahaha.
Berjalan kurang lebih tujuh meter dari kosan . "Ara, kamu semangat", ucapku dalam hati.

Berbaju oblong, menggunakan jaket, celana jeans ketat, rambut yang di cepol dan sepatu sniker merah putih yang sobeknya rock and roll deh, inilah Ara, cewek yang belum memperhatikan penampilannya. Prinsipnya selama dia nyaman menggunakan, yah digunakan saja. Cemoohan orang diabaikan saja.

Ara memang adalah anak yang memang kurang memperhatikan penampilannya tapi Ara yakin kelak ada satu jalan yang bisa mengembalikan dia feminin seperti wanita ideal sebelumnya. Ara hanya tersenyum jika selalu diejek "preman" dengan teman-temannya.


Tertulis Jelas,
Wahyuni Juanda

Tidak ada komentar: