Assalamualaikum.wr.wb dan Selamat Malam,
Apa kabar untuk hari Selasa ini? Saya harap kita selalu mendapatkan keberkahan dan rejeki dari Allah tiap harinya. Malam ini saya bahas terkait keluarga saya, tepatnya adik saya yang laki-laki. Bismillahirahmanirahim, semoga tidak membawa hal yang buruk
Teruntuk mu adikku,
Teruntuk mu hidup ku setelah orang tuaku,
Teruntuk mu sahabat abadi selamanya,
Semakin sulit untuk memeluk dan menciummu,
Semakin sulit untuk bercanda dan bahkan mungkin cuma cerita cinta
Semakin sulit untuk mengatur mu, menjitak mu pun sungkan,
Tapi tidak akan sulit bagi ku menegur mu ketika posisi tidak di jalurnya!
Malam ini saya menerima bbm dari kamu yang jauh dari keluarga. Tentunya membicarakan bisnis dan pekerjaan di rumah. Singkat cerita saya menyampaikan kepadanya untuk belajar dengan baik, jangan banyak main, kondisi tidak seperti dulu, jangan terlalu banyak mengecewakan orangtua. Terkadang hidup harus dipaksakan untuk menjadi baik kalau terlalu santai malapetaka bagi mu. Lalu beliau membalas "saya tidak ingin ditekan, saya butuh support". Sejujurnya pernyataan ini dari semester satu saya dapatkan ketika masih kuliah dulu bersama nya di Jawa Barat,
ingat,
ketika kamu merokok, apa saya melarangmu,
ketika kamu bolos, apa saya menegurmu keras,
ketika kamu berbuat salah, apa saya memprovokatorimu pada orangtua,
ketika kamu lagi ada masalah, apa saya berdiam diri saja,
ketika kamu memilih seorang wanita pendamping, apa saya melarangmu juga,
TIDAAAAAAAAAAAAAK!
saya berusaha memberikan mu kelowongan, lowong selowongnya dari semester satu bahkan ini beranjak di semester genap.
tetapi teramat letih saya mendengarkan orangtua mengeluh akan mu,
saya tidak expert seperti mu tapi apakah Mama dan Bapak pernah menangis karena ku,
saya tidak mampu membayar uang kuliah ku tapi apakah Mama dan Bapak pernah kecewa karena nilai ku. Inilah yang mendasari kekecewaan ku kepada mu walau tidak begitu kecewa tapi kasihanilah orang tua dan berpikirlah bahwa masih banyak tanggungjawab yang harus kamu penuhi karena kamu Laki-laki dan putra pertama di Juanda. Semester demi semester tidak ku hiraukan pergaulanmu, tidak pula kuhiraukan organisasimu selama kamu tidak menggunakan narkoba dan melakukan sex bebas, cukuplah saya berterima kasih.
Kepada adikku,
sadarlah semakin tahun umurmu beranjak dewasa,
coba pikir matang, jangan cuma dipikir tapi coba resapi dan jalankan lah!
kalaulah kamu sadar betapa mahalnya uang kuliahmu, cobalah untuk memberikan terbaik untuk orangtua walau hanya melalui IPK mu yang diatas normal.
kalaulah kamu sadar betapa sulit mereka bekerja di sini mencari nafkah dan berpikir cobalah tidak menghamburkan uang mu dengan membeli barang tidak bermanfaat,
Yakin orangtua tidak mengharapkan banyak dari mu, mereka hanya ingin kamu sukses agar setelah ia meninggalkan mu mereka tidak khawatir. Tidak khwatir bagaimana kehidupanmu kelak, tidak khawatir akan kemanjaanmu bahkan melihat kemandirian mu. Saya yakin itu!
Kondisi kita tidak seperti dulu, dulu masih berdua berfoy-foya karena bapak juga berjaya dan hebat tetapi kamu lihat sekarang kita punya banyak adik, banyak biaya, rumah antah berantah, agama pun secukupnya saja. Saya yakin kamu berpikir tapi coba barengi dengan usaha mu?
Memang membutuhkan proses tapi proses seperti itu tidaklah lama, bila kamu bertekad benar untuk berubah.
Kamu Sok Suci kak!
Mungkin seperti itu pikirmu padaku, tidak apalah.
Saya juga bukan orang yang tidak punya salah bahkan saya lebih bejat.
Tapi semakin menyadari posisi , posisi teratas, kehidupan yang cukup sulit ini yang membuat saya benar bangkit, tidak 100% tetapi satu hal yang ku jaga tidak ada kekecewan dan tangisan pahit dari orangtua.
Semoga Tuhan bersamamu,
Membuka jalan pikiranmu,
Memperbaiki ibadahmu,
Semoga Tuhan memilihkan teman yang mengantar pada kebaikan bukan keburukan
Semoga Tuhan memberikan kekuatan lebih untuk menopang bila mana jatuh tenang, saudaramu yang membantu bukan sahabat bukan juga pacarmu!
Semoga kau sadar bahwa kami saking pedulinya ingin kamu terbaik agar tidak dicemoohkan.
Jazakallah Khairan Katsira.
Salam
Wahyuni Juanda
I Grieve
2 bulan yang lalu


Tidak ada komentar:
Posting Komentar